Tarif Kiriman Pos Indonesia

01 April 2013

Tarif Kiriman Pos Indonesia atau Tarif Pos Indonesia, setidaknya itulah pikiran yang terlintas ketika ingin menggunakan jasa kiriman PT. Pos Indonesia. Saya menulis ini bukan untuk mendiskriminasi, atau menggiring pembaca untuk melakukan apa yang tidak ingin saya lakukan, atau sebaliknya. Nah, saya rasa juga tidak salah untuk menulis apa yang ingin saya tulis, paling tidak agar tidak bertambah jumlah orang yang mengalami nasib seperti saya ketika menulis artikel ini.

Kembali lagi, Tarif Kiriman Pos Indonesia yang merupakan kata kunci termudah untuk muncul di benak kita. Sebelum bercerita panjang lebar, istri saya adalah orang yang memanfaatkan waktunya untuk berjualan dalam toko online. Sedangkan untuk kirim dan terima barang, saya yang menanganinya. Dalam aktifis jual beli, saya bisa menerima dan mengirim 4-5 paket seminggu. Ya mungkin bukan angka yang besar, tetapi 4-5 kali seminggu ke ekspedisi pasti merupakan frekuensi yang lumayan untuk dapat menilai kinerja ekspedisi atau jasa pengiriman tertentu. Terkait jasa pengiriman atau ekspedisi, pasti kita mencari kiriman yang lebih murah. Betul khan? Saya sempat kecewa dengan pihak JNE terhadap perlakuan-perlakuannya kepada paket/kiriman saya. Tidak jarang, kiriman dengan JNE telat! Seminggu lebih baru diantar, bahkan kadang saya harus ambil sendiri ke kantor. Selain memakai JNE, saya juga menggunakan TiKi, Pos Indonesia, MEX, dan Wahana.

Lantas apa hubungannya dengan judul? Sekali lagi saya menulis tulisan ini bukan untuk mendiskriminasikan pihak-pihak tertentu. Tepatnya tanggal 16 Maret saya order barang, pengiriman menggunakan jasa Pos Indonesia. Saya tergolong jarang menggunakan jasa pengiriman yang satu ini. Saya tak tahu memang layananannya agak lambat begini (sering kirim atau terima surat, juga lama) atau saya sedang ketiban sial. Kalau ketiban sial, berarti saya tidak sendiri, karena ketika hari ini saya ke kantor pos, disana juga ada orang yang mengalami nasib (mungkin) serupa.

Jika dihitung dari 16 maret, ya anggap 17 maret 2013 sampai hari ini, sudah 2 minggu 2 hari (16 hari). Nomor resi pengirimannya adalah 60039277XXX (maaf 3 digit terakhir sengaja saya samarkan). Merasa penasaran dengan kepastian barang saya, saya datangi ke kantor pos. Mulai dari meja paling depan, saya dioper ke ruang belakang, kemudian disuruh ke atas, kemudian disuruh ke ruang yang lain. OK, saya seperti bola, yang penting saya ketemu dengan barang saya.

Sampailah saya di ruang seorang pegawai, Bpk. Amrin. Di meja beliau terdapat 2 orang yang mencari barangnya juga. Aku menunggu jenuh di sudut ruangan, merasa lama seorang pegawai (Bapak-bapak juga) bertanya "Bapak ada perlu?", "Iya pak, mau minta informasi kiriman saya sudah 2 minggu belum sampai juga".

Akhirnya saya dipersilahkan duduk di meja seberang beliau. Diminta nomor resi kiriman, beliau segera memeriksa dengan komputernya (walau terlihat gaptek, SDM yang dicari dunia politik biasanya begini.. :P). Katanya informasinya tidak ditemukan barangnya, sambil beliau coret-coret kode apa gitu. Kodenya sempat saya jepret ketika beliau sedang buka-buka lembar-lembar kecil, yaitu 20000.21013.00000.64 kalau tidak salah (tulisannya agak buram dari jauh). Sepertinya memeriksa dengan kode tersebut dan gagal, kemudian menelpon kemana gitu, kata orang di seberang telepon (kebetulan dengar), sudah masuk tanggal 21 Maret 2013 ke Banjarmasin dengan amplop BK0764618. Kemudian beliau memeriksa semacam tanda terima atau apa berupa lembar-lembar kecil seperti kuitansi atau faktur, per tanggal 21 dan 22 Maret 2013, tidak ditemukan juga.

Lantas barang saya kemana? Bapak tadi pun hanya minta nama, nomor telepon dan alamat saya, walau ragu-ragu akankah saya dihubungi untuk penyelesaian barangnya, tetap saya beri informasi tersebut. Untuk para pembaca, berdasar pengalaman saya, sebaiknya mending bayar mahal dikit daripada barang gak jelas begini. Pelajaran buat kita semua. Pos Indonesia bagaimana tindak lanjutnya?

0 Komentar:

Beri Komentar

Anda harus memiliki akun Google (Gmail) untuk dapat mengirimkan komentar.